Nama
Kelompok
-
Resa Angriyani (051922006)
-
Nisa Fauziah (051922023)
-
Rika Meliana (051922007)
-
Amelia Putri (051922045)
-
Nur Faizah (051921001)
-
Desi Ratnasari (051811001)
-
Veronika Bahan Tuannaen (051811009)
PERMASALAH KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DEWASA
1. Vulvovaginitis/Vulvitis/Infeksi
Vagina
-
Pengertian
Adalah peradangan vulva
dan vagina yang dapat diakibatkan oleh iritasi.
-
Gejala
keluarnya cairan
berwarna kuning, hijau atau kecoklatan dari daerah vagina. Cairan tersebut
biasanya memiliki bau yang tidak enak, dan nyeri saat BAK.
-
Penyebab
§ Ketidakseimbangan
Bakteri
Dalam
keadaan normal, di daerah vagina hidup banyak bakteri yang tidak membahayakan
tubuh. Vulvovaginitis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri
tersebut. Alasan pasti dari pertumbuhan bakteri yang berlebih ini tidak selalu
diketahui, meskipun kadang-kadang keseimbangan tersebut terganggu akibat
pemakaian antibiotik, atau dengan adanya bakteri baru disebabkan karena
menyentuh kemaluan dengan tangan yang kotor.
§ Hygiene
atau kebersihan
Secara
anatomi, pada wanita jarak antara vagina dan anus sangatlah dekat, dan juga
diperparah dengan cara membersihkan atau mencuci daerah kemaluan yang salah.
Hal ini menyebabkan kuman E. coli dan bakteri lain dari saluran pencernaan
dapat dengan mudah masuk ke lubang kemaluan.
§ Iritasi
Eksternal
Pada
cuaca yang panas dan penggunaan pakaian/ celana yang ketat dapat menyebabkan
peradangan pada kulit kemaluan. Gelembung mandi dan sabun yang keras juga dapat
menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.
§ Jamur
Candida
Walaupun
infeksi jamur adalah gangguan umum untuk wanita dewasa, infeksi ini biasanya
tidak menggangu gadis yang belum masuk masa pubertas. Jamur ini menyebabkan
cairan dari kemaluan berwarna kuning keputihan seperti keju.
-
Tatalaksana
Membersihkan
kemaluan menggunakan air hangat tanpa menggunakan sabun dan periksakan diri ke
petugas kesehatan.
-
Pencegahan
Mengenakan pakaian
katun, penggunaan kondom selama hubungan seksual, cuci tangan sebelum dan
setelah menggunakan kamar mandi.
2. Amenorrhea
-
Pengertian
Amenore
adalah ketiadaan menstruasi. Kondisi umum yang terjadi biasanya menunjukan ada
ketidakseimbangan dalam fungsi tubuh.
-
Penyebab
§ Cacat
lahir
§ Perubahan
hormone alami
§ Penggunaan
obat tertentu
§ Berat
badan rendah
§ Stres
§ Olahraga
yang berlebihan
-
Tanda
dan Gejala
§ Keluarnya
cairan dari puting payudara
§ Rambut
rontok
§ Sakit
kepala
§ Perubahan
pengelihatan
§ Rambut
wajah yang berlebihan
§ Nyeri
pada tungkai
§ Jerawat
-
Penanganan
§ Periksalah
ke dokter atau spesialis secara teratur
§ Minumlah
obat atau ubalah dosis obatnya berdasarkan instruksi yang benar dari dokter
§ Jangan
menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran, produk herbal, atau obat
lain tanpa mengonsultasikanya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker
§ Jagalah
berat badan yang sehat dan lakukan diet seimbang
§ Jangan
olahraga berlebihan atau melakukan rutinitas lahtihan yang berat
3. Kehamilan Ektopik
-
Pengertian
Kehamilan
ektopik adalah hamil di luar kandungan atau rahim. Kondisi ini menyebabkan
perdarahan dari vagina dan nyeri hebat di panggul atau perut bawah.
-
Penyebab
Belum
diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kehamilan ektopik, namun kondisi
ini sering kali dikaitkan dengan kerusakan pada tuba falopi, yaitu saluran yang
menghubungkan indung telur dan rahim.
Kerusakan
tuba falopi dapat disebabkan oleh:
§ Faktor
genetik.
§ Bawaan
lahir.
§ Ketidakseimbangan
hormon.
§ Peradangan
akibat infeksi atau prosedur medis.
§ Perkembangan
organ reproduksi yang tidak normal.
-
Faktor
Risiko Kehamilan Ektopik
§ Berusia
35 tahun atau lebih saat hamil.
§ Memiliki
riwayat radang panggul dan endometriosis.
§ Menderita
penyakit menular seksual, seperti gonore dan chlamydia.
§ Mengalami
kehamilan ektopik pada kehamilan sebelumnya.
§ Mengalami
keguguran berulang
§ Pernah
menjalani operasi pada area perut dan panggul.
§ Pernah
menjalani pengobatan terkait masalah kesuburan.
§ Menggunakan
alat kontrasepsi jenis spiral.
§ Memiliki
kebiasaan merokok.
-
Pengobatan
§ Suntik
Methotrexate
Kehamilan ektopik tahap
awal dapat diatasi dengan suntik methotrexate. Obat ini akan menghentikan
pertumbuhan sel ektopik, sekaligus menghancurkan sel yang sudah terbentuk.
Setelah pemberian suntikan, dokter akan memantau kadar hormon hCG dalam darah
tiap 2-3 hari, sampai kadarnya menurun. Menurunnya kadar hCG menandakan
kehamilan sudah tidak lagi berkembang.
§ Operasi
Laparoskopi
Pilihan lain untuk
mengatasi kehamilan ektopik adalah dengan operasi lubang kunci atau
laparoskopi. Melalui prosedur ini, dokter kandungan akan mengangkat jaringan
ektopik dan bagian tuba falopi tempat jaringan ektopik menempel. Namun bila
memungkinkan, bagian tuba falopi tersebut cukup diperbaiki tanpa harus
diangkat.
§ Operasi
laparotomi
Untuk menangani pasien
yang mengalami perdarahan berat akibat kehamilan ektopik, dokter kandungan akan
melakukan tindakan darurat berupa laparotomi. Dalam laparotomi, dokter akan
membuat sayatan besar di perut sebagai jalan untuk mengangkat jaringan ektopik
dan tuba falopi yang pecah.
4. Kanker Serviks
-
Pengertian
Kanker
serviks adalah pertumbuhan sel-sel kanker di mulut rahim yaitu leher rahim
bagian bawah.
-
Penyebab
dan Gejala Kanker Serviks
§ infeksi
virus HPV (human papillomavirus)
§ Keputihan
atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim
§ Keluar
cairan kekuningan yang berbau di area genital
§ Buruknya
gaya hidup
§ Kebiasaan
merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat
§ Aktif
melakukan hubungan seks sejak usia sangat dini, sering berganti pasangan seks,
atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan
§ menggunakan
pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat
penyakit kanker.
-
Pencegahan
§ Gaya
hidup sehat dan atur pola makan yang seimbang
§ Tidak
merokok
§ Hindari
seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun
§ Hindari
berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan
menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks
§ Hindari
berhubungan seks dengan banyak partner
§ Secara
rutin menjalani tes Pap smear / tes IVA
§ Pemberian
vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
-
Pengobatan
·
Dengan mematikan sel-sel yang mengandung
virus HPV dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery
(membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
·
Kemoterapi, jika sudah stadium lanjut
·
Histerektomi (pengangkatan Rahim)
5.
Kista Ovarium
-
Pengertian
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur
(ovarium) wanita. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama
wanita mengalami menstruasi.
Tiap wanita memiliki dua
indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di sebelah kiri
rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari
sistem reproduksi wanita.
Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur tiap bulan
(mulai dari masa pubertas hingga menopause), serta memproduksi hormon estrogen
dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, kista termasuk jenis
gangguan yang sering terjadi.
- Penyebab
Terbentuknya kista ovarium
tergantung dari berbagai faktor. Bisa terkait dengan siklus menstruasi
maupun akibat ada pertumbuhan sel yang tidak normal. Walaupun terdapat
pertumbuhan sel yang abnormal, biasanya kista ovarium bersifat jinak.
-
Gejala
Sebagian besar kista berukuran kecil dan tidak
menimbulkan gejala. Kista ini biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan.
Kista baru menimbulkan masalah jika tidak kunjung menghilang atau justru makin
membesar.
Dalam kondisi seperti ini, penderita dapat merasakan nyeri panggul atau perut kembung. Kondisi serius dapat terjadi saat
kista pecah atau jaringan ovarium terpelintir sehingga memerlukan penanganan
secepatnya.
- Penanganan
§ Jika masih
kista masih berukuran kecil maka hanya membutuhkan pemantauan saja
§ Periksa panggul secara teratur untuk memantau jika terjadi
perubahan pada ovarium dan jika terjadi mengalami menstruasi di luar kebiasaan.
6. Menorrhagia
-
Pengertian
Menorrhagia adalah istilah medis untuk
menggambarkan jumlah darah yang keluar saat haid berlebihan atau haid
berlangsung dalam waktu lebih dari 7 hari.
Selama
masa menstruasi, jumlah darah yang masih dianggap normal adalah sekitar 30-40
ml per siklus. Seorang wanita dianggap mengalami haid berlebihan jika jumlah
darah yang dikeluarkan lebih dari 80 ml (sekitar 16 sendok teh) per siklus.
-
Penyebab
·
Ketidakseimbangan hormone
·
Gangguan atau pertumbuhan jaringan pada
rahim, seperti radang panggul, miom (fibroid rahim), endometriosis,
adenomyosis, polip rahim,
·
Gangguan pada ovarium
·
Kelainan genetik, terutama yang
mempengaruhi proses pembekuan darah, misalnya penyakit von Willebrand
·
Efek samping obat, seperti obat
antiradang, obat hormon, antikoagulan, obat yang digunakan pada kemoterapi,
serta suplemen herbal yang mengandung gingseng, ginkgo biloba, dan kedelai
·
Alat kontrasepsi, seperti pil KB dan IUD
(KB spiral)
·
Kanker, seperti kanker rahim atau
serviks
-
Gejala
·
Darah yang keluar memenuhi 1 atau 2
pembalut setiap jamnya, selama beberapa jam berturut-turut
·
Durasi keluarnya darah lebih dari 7 hari
·
Darah yang keluar disertai
gumpalan-gumpalan darah berukuran sebesar koin atau lebih
·
Darah yang keluar terlalu banyak hingga
mengganggu aktivitas sehari-hari
·
Disertai nyeri di perut bagian bawah
-
Pengobatan
§ Obat
antifibrinolitik, seperti asam traneksamat, untuk membantu proses pembekuan
darah
§ Obat
antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), seperti ibuprofen, naproxen, dan asam
mefenamat, untuk meredakan gejala nyeri dan menurunkan produksi prostaglandin
yang bisa memicu menorrhagia.
§ Pil
kontrasepsi kombinasi, untuk mengatur siklus menstruasi dan mengurangi durasi
serta banyaknya darah yang keluar saat menstruasi.
§ Desmopressin,
untuk mengatasi penyebab perdarahan pada penyakit von Willebrand.
§ Progestogen
suntik dan norethisterone oral (obat minum), untuk membantu menyeimbangkan kadar
hormon dan mengurangi jumlah perdarahan.
§ Operasi
Prosedur operasi
biasanya akan direkomendasikan oleh dokter apabila menorrhagia sudah tidak bisa
lagi ditangani dengan obat-obatan dan untuk menangani penyebab yang mendasari
menorrhagia. Beberapa jenis prosedur yang bisa dilakukan antara lain: Dilatasi
dan kuretase (D&C), Embolisasi arteri Rahim, Miomektomi, Reseksi
endometrium
7. Keputihan
-
Pengertian
Keputihan adalah
sebutan umum untuk infeksi pada vagina dan bagian luar genital (vulva) yang
disebabkan oleh jamur.
Keputihan dapat bersifat fisiologis
dan patologis (penyakit). Secara fisiologis keputihan terjadi menjelang dan
sesudah menstruasi, pada saat terangsang seksual atau mengalami stress
emosional. Keputihan seperti ini wajar terjadi pada wanita.
Keputihan
ini bersifat patologis (penyakit keputihan) akan diikuti dengan gejala
keluarnya lendir secara berlebihan, berwarna putih atau kekuningan dan berbau
gatal, jarang terjadi rasa nyeri tetapi beberapa wanita merasakan nyeri pada
saat berhubungan intim dan daerah yang terinfeksi menjadi bengkak. Jadi
keputihan selain mengganggu kenyamanan aktivitas juga mengurangi keharmonisan
hubungan suami isteri.
-
Pencegahan
·
Jaga kebersihan organ vital
·
Menjaga seimbangan Ph
·
Hindari pemakaian bedak pada organ
kewanitaan
·
Selalu keringkan bagian vagina sebelum
berpakaiaN
·
Gunakan celana dalam yang kering
·
Gunakan celana dalam yang bahannya
menyerap keringat, seperti katun
·
Ketika haid, sering-seringlah berganti
pembaluT
·
Gunakan panty liner disaat perlu saj, Jangan
terlalu lama
DAFTAR PUSTAKA
https://doktersehat.com/mengenal-infeksi-vagina-vulvovaginitis/
https://www.alodokter.com/kista-ovarium
Comments
Post a Comment